KOMPAS.com - Nvidia nampak terobsesi ingin menjadi pemimpin dalam urusan hardware kartu grafis untuk PC. Dalam sebuah festival di Shanghai yang dihadiri sekitar 6000 gamer, Nvidia meluncurkan kartu grafis terbaru GeForce GTX 690.
CEO Nvidia Jen-Hsun Huang, memperkenalkan sendiri GeForce GTX 690, akhir pekan lalu. Ia mengklaim, performa GTX 690 dua kali lebih cepat dari produk sebelumnya, GTX 680.
GTX 690 dibekali core CUDA sebanyak 3.072 unit. Jumlahnya 2 kali lebih banyak dari GTX 680.
Jika GTX 680 hanya menggunakan single chip, maka GTX 690 menggunakan dua chip paling kuat dari Nvidia berdasarkan arsitektur dengan kode nama Kepler. Kendati demikian, Nvidia mengklaim produk barunya ini lebih hemat daya.
GTX 690 dibekali memori 4 GB GDDR5 512bit dengan clock speed 6GHz.
Produk ini akan tersedia secara luas mulai tanggal 7 Mei, dengan harga sekitar 999 dolar AS (sekitar Rp 9 juta). Nvidia akan bekerjasama dengan Asus, EVGA, Gainward, Gigabyte, Inno3D, MSI, Palit dan Zotac.

KOMPAS.com — Tren penggunaan internet secara global untuk penggunaan sehari-hari semakin meningkat. Untuk itu, dibutuhkan bandwidth dan kecepatan akses internet yang cepat.
Namun di saat kebutuhannya meningkat, kecepatan koneksi internet dunia justru menurun. Hal ini terungkap dari data yang dikeluarkan oleh Akamai.
Perusahaan yang bergerak di bidang jaringan pengiriman data internet ini menyatakan bahwa kecepatan koneksi internet global secara rata-rata turun menjadi 2,3 Mbps pada kuartal akhir 2011, atau turun 14 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Dalam laporan terbaru Akamai bertajuk “State of the Internet” yang dirilis pada bulan April, Akamai tidak menguraikan hal apa yang menyebabkan koneksi internet di berbagai negara turun.
Padahal, dari riset Akamai sebelumnya, kecepatan rata-rata internet dari tahun ke tahun naik 19 persen. Belum ada indikasi apakah kecepatan internet di kuartal berikutnya akan terus menurun atau tidak.
Korea Selatan menjadi negara dengan koneksi internet rata-rata tercepat pada kuartal akhir 2011, yakni 17,5 Mbps. Negara selanjutnya adalah Jepang dan Hongkong dengan koneksi rata-rata 9,1 Mbps, Belanda 8,2 Mbps, dan Latvia 7,8 Mbps.
Posisi ke-6 sampai ke-10 diduduki oleh Swiss (7,3 Mbps), Irlandia (6,8 Mbps), Ceko (6,7 Mbps), Romania (6,4 Mbps), dan Belgia (6,1 Mbps).
Sementara itu, kecepatan koneksi di Amerika Serikat pada kuartal akhir 2011 lalu turun 5,3 persen dengan kecepatan rata-rata 5,8 Mbps.
JAKARTA, KOMPAS.com - Siswa SMA Negeri 2 Kota Depok berhasil membuat pesawat ringan tanpa awak, dengan penggerak tiga baling-baling.
Pesawat itu dipamerkan dan didemonstrasikan pada pemeran Hari Pendidikan Nasional di Kementerian Pendidikan Nasional di Jakarta, Rabu (2/5/2011) ini.
Pesawat itu awalnya dibuat untuk diikutkan dalam lomba robot tingkat pelajar. Alfin dan Rendi yang menjadi anggota tim perakit pesawat, menjelaskan, pesawat itu dapat difungsikan untuk mendeteksi korban bencana alam.
“Dengan dilengkapi kamera video dan GPS, pesawat ini dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan korban di lokasi bencana. Pesawat ini mampu terbang hingga jarak dua kilometer”, kata Rendi.
Keunikan lain pesawat karya pelajar itu dibuat dari bahan-bahan sederhana, seperti rangka dari alumunium dan pelindung baling-baling dari baskom plastik yang dipotong. Tenaga penggeraknya menggunakan baterai kering.
“Untuk baterai masih menjadi salah satu kendala, karena hanya tahan sekitar tiga hingga lima menit. Kami sedang memesan baterai yang lebih tahan lama semoga malam ini sampai dan kita bisa sempurnakan pesawat”, tutur Alfin.
Meskipun sederhana, keberhasilan pesawat ini untuk terbang menunjukkan pelajar SMA telah mampu mengaplikasikan teknologi, untuk membantu kehidupan manusia.

BANDUNG, KOMPAS.com - Bencana alam, seperti gempa terjadi tanpa terduga dan tak pernah bisa ditolak. Namun bencana alam tersebut dapat diantisipasi jika dapat diprediksi sebelumnya.
Sebagai negara yang sering diguncang gempa dan banjir, Indonesia dipandang perlu untuk memiliki alat pendeteksi bencana alam.
Pendeteksi bencana alam memang tetap tak akan bisa menunjukkan kapan bencana tersebut akan betul-betul terjadi. Namun, gejala-gejala yang terdeteksi bisa membuat manusia bisa lebih waspada dan bersiap ketika bencana alam akhirnya terjadi.
Hal inilah yang melatarbelakangi mahasiswa Kelompok Keahlian Teknologi Informasi STEI ITB membuat sistem monitoring keadaan lingkungan dan deteksi dini bencana alam menggunakan komputasi awan (cloud computing).
Prototipe sistem ini diperkenalkan di acara International Conference on Cloud Computing and Social Networking 2012, yang merupakan bagian dari e-Indonesia Initiative (eII) Forum ke-8. Acara yang digelar di Hotel Preanger, Bandung, ini diadakan selama dua hari, yakni 26 dan 27 April 2012.
“Selama ini, BMKG mungkin telah memiliki sistem pendeteksi bencana alam yang serupa. Alat-alat yang digunakan pun tidak jauh berbeda, namun, disini kami menawarkan sistem baru, yakni memanfaatkan komputasi awan,” ungkap Sinung Suakanto, salah satu tim yang membangun sistem ini.
Sistem monitoring keadaan lingkungan dan deteksi dini bencana memiliki tiga peralatan utama, yakni :
1. Sensor
Sensor berfungsi mendeteksi kondisi udara seperti kandungan CO2, LPG, Carbon Monoxide, dan menjadi pengontrol kualitas udara. Selain itu, sensor ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi kualitas air seperti kadar pH, oksigen, hingga menentukan tinggi-rendahnya gelombang air.
2. Remote Terminal Unit (RTU)
RTU akan menyimpan data analog maupun digital yang tertangkap oleh sensor dan diteruskan ke server komputasi awan. Alat ini akan selalu berdampingan dengan alat sensor dan bertugas meneruskan informasi sampai ke server.
3. Server komputasi awan
Data yang dikirim oleh RTU akan disimpan di server komputasi awan.
“Selama ini, sistem pendeteksi bencana belum mengadopsi komputasi awan sehingga masing-masing wilayah harus memiliki server sendiri. Setelah adopsi komputasi awan, maka server yang diperlukan hanya berpusat di satu tempat, meski alat sensor dan RTU berada di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Sinung saat ditemui Kompas.com.
Sistem yang dibangun oleh tim yang terdiri atas tiga orang ini, dibimbing oleh Suhono H. Supangkat (ketua forum eII) dan Suhardi.
Sedangkan anggota tim terdiri dari Sinung Sukanto (mengurusi aplikasi), Tunggul Arief Nugoroho (mengurusi hardware), dan I Gusti Bagus Baskara Nugraha (mengurusi jaringan).
Studi tentang sistem ini masih akan dikembangkan, namun prototipe yang ada, sudah mulai diperkenalkan ke berbagai pihak yang terkait penanggulangan bencana.

KOMPAS.com - Facebook bekerjasama dengan beberapa perusahaan antivirus terkemuka menyediakan empat antivirus gratis di Antivirus Marketplace.
Tujuannya, memberikan keamanan di komputer maupun saat berselancar di dunia maya.
Seperti dikutip dari PC Mag, di marketplace ini, pengguna Facebook dapat mengunduh antivirus keluaran McAfee, Norton, Microsoft, Sophos dan Trend Micro.
Pengguna Facebook, yang kini jumlah sudah mencapai 901 juta anggota, bisa menggunakan empat antivirus yang disediakan secara gratis selama 6 bulan.
Empat software antivirus tersebut adalah McAfee Internet Security, Norton Antivirus, Microsoft Security Essentials, Sophos Anti-Virus for Mac Home Edition, dan Trend Micro Security.
“Dengan antivirus tersebut, pengguna internet, khususnya pengguna Facebbok akan mendapatkan keamanan, baik saat berselancar di internet maupun melindungi komputernya sendiri,” kata Facebook.
Selain memberikan fasilitas unduhan gratis, perusahaan antivirus tersebut juga akan memberikan tips-tips menggunakan jejaring sosial dengan aman. Artikel-artikel tersebut akan bisa dibaca di blog Security Facebook.
Tidak hanya itu, perusahaan antivirus tersebut juga akan merilis daftar link-link URL yang masuk dalam daftar hitam. Tentunya situs tersebut memang berbahaya bagi pengguna internet. Daftar hitam URLtersebut diperoleh dari database URL black list di McAfee, Norton, Microsoft, Sophos, dan Trend Micro.
Saat ini, kurang dari empat persen dari konten berbagi adalah spam, dibandingkan dengan hampir 90 persen email. Harapannya, spam tersebut bisa berkurang seiring dengan ketersediaan antivirus di situs jejaring sosial dan di komputer pengguna masing-masing.
Untuk mengunduh empat antivirus yang disediakan Facebook ini, silakan masuk ke link ini.
KOMPAS.com — Setelah Instagram diakuisisi oleh Facebook dengan nilai Rp 9 triliun, dua orang pendiri Instagram pun otomatis menjadi miliuner baru. Keduanya adalah Kevin Systrom dan Mike Krieger.
Dikutip dari Daily Mail, Systrom dikabarkan punya 40 persen saham Instagram sehingga ia berhak atas 400 juta dollar AS atau Rp 3,64 triliun. Kemudian, Krieger memiliki 10 persen saham sehingga dia meraup uang 100 juta dollar AS atau Rp 910 miliar.
Sisanya akan dimiliki oleh dua perusahaan yang berinvestasi di Instagram, yakni Benchmark Capital dan Baseline Ventures.
Sempat diajak ke Facebook
Meski keduanya membangun Instagram bersama-sama, Systrom bisa disebut sebagai otak di balik kesuksesan aplikasi editing dan sharing foto tersebut.
Sejak kuliah, Systrom sudah jatuh cinta dengan dunia fotografi. Karena kecintaannya pada fotografi, pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg sempat mengajaknya bergabung di Facebook pada 2004 untuk mengembangkan fitur foto.
Namun, Systrom menolak tawaran itu lantaran ingin menyelesaikan kuliah dan tak mau bernasib sama seperti Zuckerberg yang drop out dari Harvard University untuk mendirikan Facebook.
“Sayangnya, saya memutuskan untuk tetap bersekolah,” ungkap Systrom mengenang pertemuan itu.
Setelah lulus, Systrom bekerja di Google dan mengurusi Google Mail. Setelah itu, ia mendirikanstart-up yang menciptakan Burbn, sebuah aplikasi berbasis lokasi khusus Twitter. Pendiri Twitter, Jack Dorsey, pun tertarik dengan Burbn sehingga ia menginvestasikan uangnya di start-up itu.
Pertemuan Kevin Systrom dengan Mike Krieger
Kevin Systrom dan mitranya Mike Krieger sama-sama alumni Stanford University, California, Amerika Serikat, tetapi mereka tak pernah bertemu di kampus.
Mereka baru saling mengenal setelah lulus kuliah dalam program Fellows Mayfield, sebuah program dari Stanford yang mengajarkan lulusannya untuk berbisnis.
Keduanya saling berbincang dan bertukar ide. Dan, pada Oktober 2010, mereka sepakat mendirikan aplikasi editing dan sharing foto, yang diberi nama Instagram.
Tanggal 6 Oktober 2010 menjadi momen penting karena Instagram resmi dirilis di toko aplikasi Apple App Store. Sejak saat itu hingga 18 bulan ke depannya, Instagram eksklusif untuk perangkat berbasis iOS, yakni iPhone, iPad, dan iPod Touch.
Pada awal 2011, Instagram sudah memperoleh dana investasi dari Benchmark Capital sebesar 7 juta dollar AS, yang meningkatkan nilai perusahaan menjadi 25 juta dollar AS. Selanjutnya, Instagram kembali mendapat investasi dari Baseline Ventures sebesar 500.000 dollar AS.
Pada 3 April 2012, Instagram resmi meluncur untuk platform Android. Tak selang sepekan, start-up kecil yang diasuh 13 karyawan ini diakuisisi oleh raksasa jejaring sosial Facebook. Nilai akuisisinya mencapai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 9,1 triliun.

KOMPAS.com — Teknologi televisi terus mengalami perubahan. Televisi hitam-putih yang muncul pada tahun 1970-an, mulai berubah menjadi televisi berwarna hingga televisi tabung.
Awal tahun 1990-an, televisi kembali mengalami perubahan, yakni beralih dari televisi tabung ke layar datar. Dari layar datar inilah muncul teknologi LCD dan LED TV.
Secara kasatmata, televisi LCD dan LED sulit dibedakan. Jika mengandalkan pengamatan sekilas, orang akan cenderung memilih LCD TV karena gambarnya yang lebih cerah dengan kontras warna yang kuat.
Gambar atau tampilan sangat cerah dan kontras yang ditampilkan LCD TV berkat penggunaan CCFL Backlight yang sebenarnya membuatnya lebih boros listrik.
Adapun LED TV menggunakan LED Backlight yang menyesuaikan kebutuhan pencahayaan sehingga warna yang muncul memiliki variasi (range) yang lebih beragam.
Inilah penyebab LED TV secara kasatmata terlihat lebih redup. Namun, ini pula yang membuat LED TV bisa menghemat 50 persen penggunaan listrik.
Berikut adalah penghitungan standar biaya listrik yang dikeluarkan jika menggunakan LCD dan LED TV :
Penghitungan ini berdasarkan tarif dasar listrik PLN dengan rata-rata penggunaan 10 jam per hari, selama satu tahun.
“Dengan penghematan ini, dalam waktu enam tahun Anda akan menghemat hingga Rp 1,5 juta,” ungkap Marvy Arnold Lumentut, Head of TV-AV Product Marketing Samsung Electronics Indonesia, dalam media briefing di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (11/4/2012).
Selain itu, Samsung kini menawarkan frame yang lebih kecil untuk LED TV. Jika LCD TV memilikiframe yang menutupi layar hingga 66 milimeter (mm), LED TV memiliki frame hanya 14 mm.
Frame yang semakin kecil akan membuat layar semakin besar sehingga pemilik televisi bisa lebih menikmati gambar dengan lebih luas, plus warna yang lebih beragam.
Ditambah lagi, LED TV, khususnya yang diproduksi Samsung, memiliki teknologi LED Motion Plus. Teknologi ini menghasilkan gerakan yang lebih luas melalui peningkatan jumlah frame dalam perhitungan algoritma.
Algoritma LMP menciptakan hingga 16 ms tingkat respons dan memberi efek hingga 120 CMR dengan memasukkan frame antargambar. Inilah yang menyebabkan LED TV dapat menciptakan gambar yang detail, khususnya dalam adegan yang bergerak secara cepat.
“Jadi, daripada beli LCD TV nanggung, lebih baik langsung beli LED TV. Beda harganya hanya beberapa ratus ribu, tetapi bisa hemat listrik sampai bertahun-tahun. Estimasi kami, LED TV bisa tahan hingga penggunaan sepuluh tahun, di luar rusak akibat bencana,” tutup Arnold.

KOMPAS.com - Peneliti IBM telah mengembangkan sebuah prototipe chip optik yang dapat mentransfer data hingga 1 Tbps (1 Terabit per second). Angka ini setara dengan kecepatan download 500 film kualitas HD (high definition) dalam satu detik.
Chip yang dinamakan Holey Optochip, merupakan transceiver optik paralel yang terdiri dari dua pemancar penerima yang dirancang untuk menangani pengiriman data dalam jumlah besar.
Chip ini akan mendukung tenaga superkomputer masa depan dan aplikasi data center, dimana IBM telah menggunakan teknologi optiknya.
Jaringan optik secara signifikan akan meningkatkan kecepatan transfer data dengan mempercepat aliran data menggunakan sinyal cahaya, bukan menggunakan elektron melalui kabel.
Para peneliti telah mencari cara untuk memanfaatkan sinyal optik bersamaan dengan teknik manufaktur chip yang rendah biaya dan tinggi volume.
Para peneliti di laboratorium IBM membangun Holey Optochip dengan membentuk 48 lubang fabrikasi dalam chip CMOS standar berukuran 90 nanometer. Lubang-lubang tersebut dimanfaatkan untuk menambahkan 24 receiver dan 24 transmitter channel di belakang chip.
Para peneliti telah mengumumkan kehadiran prototipe Holey Optochip pada 8 Maret 2012 dalam acara Optical Fiber Communication Conference di Los Angeles, AS.
Pengumuman ini bertujuan untuk membuka kesempatan komersialisasi chip ini pada dekade berikutnya melalui kemitraan manufaktur.